Masalah-Masalah Pada Chiller Yang Membutuhkan Layanan Jasa Service Chiller

Jasa service chiller saat ini sudah bisa ditemukan dengan mudah di berbagai wilayah Indonesia. Bagi orang yang masih awam mungkin Anda sedikit asing dengan pelayanan jasa yang satu ini. Sebelum mengetahuinya lebih lanjut, pastikan Anda tahu terlebih dahulu apa itu chiller? Chiller merupakan salah satu mesin yang berfungsi untuk mendinginkan ruangan yang biasa terdapat pada AC dan kulkas.

Apa Saja Masalah-Masalah Yang Bisa Terjadi Pada Chiller Dan Solusinya?
Seperti alat refrigerasi pada umumnya, chiller juga bisa mengalami kerusakan yang mengharuskannya diperbaiki oleh jasa service dan jual chiller. Pada fakta yang kebanyakan terjadi, ada banyak masalah yang kemungkinan bisa menyebabkan kerusakan pada chiller diantaranya :

1. Freon shortage
Masalah ini merupakan kondisi yang disebabkan karena kurangnya freon pada chiller. Untuk mengatasi masalah yang satu ini sebenarnya bisa mudah Anda lakukan dengan cara menekan tombol riset pada panel chiller.
Apabila kompresornya belum aktif, segera tambah freon. Sebelum menambah freon, sebaiknya matikan terlebih dahulu chiller. Jika chillernya sudah mati, bukalah penutup saluran pengisian freon. Selanjutnya tambahkan freon menggunakan analiser.

2. Cooling shortage
Masalah selanjutnya yang bisa terjadi pada chiller yaitu cooling shortage. Penyebab masalah cooling shortage biasanya terjadi karena proses pendinginan pada condenser. Hal ini kebanyakan terjadi ketika chiller sudah dinyalakan namun pompa cooling tower belum dihidupkan, akhirnya proses pendinginan lebih lambat terjadi. Freon AC mengatasi hal ini Anda bisa melakukan reset pada panel.

3. Pump overload
Pump overload merupakan suatu masalah yang terjadi dimana bagian pompa sirlukasi ice water. Artinya pompa ini sudah tidak memiliki kemampuan untuk memompa air yang menuju ke bagian chiller. Hal ini disebabkan karena adanya beban yang berlebih. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan memberikan pancingan pada pompa tersebut.
Pemancingan yang dilakukan dengan air akan lebih membantu mencairkan es yang membeku di dalam evaporator pada bagian pipa. Pada umumnya es yang membeku tersebut disebabkan karena compresor chiller bekerja secara terus menerus tanpa adanya air yang akan didinginkan.
Penting untuk diperhatikan, ketika indikator trouble menyala segeralah untuk mematikan bagian chiller. Cara ini bisa Anda lakukan untuk mengurangi terjadinya pembekuan di dalam evaporator dan bisa menjaga keawetan komponen-komponen lain di dalam chiller.

4. Defective heat dissipating
Masalah terakhir yang kemungkinan banyak terjadi pada chiller yaitu defective heat dissipating. Masalah ini terjadi pada bagian temperatur chiller yang berada di atas batas normal atau sudah melebihi batas normal. Ada banyak faktor penyebab terjadinya defective heat dissipating diantaranya :
1. Tidak adanya supply cooling water dari cooling tower
2. Tidak adanya pasokan air ketika pompanya belum dihidupkan
3. Tingginya temperatur air pendinging condensor dari cooling tower
4. Tingginya temperatur air menyebabkan temperatur condensor menjadi tinggi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *